TINGKATKAN KESEHATAN ORGANISASI, BEA CUKAI KEPRI SOSIALISASIKAN SURVEY MOFIN

kwbckepri Bea Cukai

Tanjung Balai Karimun, 26/04/2017 – Dalam rangka mencapai organisasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sehat dan berkinerja tinggi, maka Kemenkeu akan melakukan Survei Penilaian Kesehatan Organisasi Kementerian Keuangan (Ministry of Finance Organizational Fitness Index Survey/MOFIN Survey). Demikian disampaikan oleh Kepala Subbagian Kepegawaian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kanwil DJBC Khusus Kepri), Slamet Sukanto dalam acara pembukaan Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP) Pelaksanaan Survei MOFIN 2017 di Ruang Belajar Lt. I Gedung R.E. Djayadiningrat (Asrama IV) Kanwil DJBC Khusus Kepri, Rabu (26/04).

Survei MOFIN dilaksanakan tanggal 17-30 April 2017 pukul 00.01 – 12.00 (untuk selain pegawai Direktorat Jenderal Pajak/DJP (termasuk pegawai DJBC) dan Pukul 12.01 – 00.00 (untuk pegawai DJP). Survey MOFIN adalah survei yang dikembangkan untuk mengetahui tingkat kesehatan organisasi Kementerian Keuangan dimana survey akan mengukur secara objektif dan mendiagnosis sekaligus memberikan obat bagi kondisi kesehatan organisasi Kementerian Keuangan.

Pada P2KP Pelaksanaan Survei MOFIN 2017, Bapak Slamet menjelaskan cara pengisian MOFIN dan fungsi MOFIN bagi organisasi Kemenkeu. Mofin dapat diakses melalui Internet dengan alamat http://mofin.kemenkeu.go.id. Pada laman sign in, pegawai diminta untuk memasukkan NIP dan kata kunci (password) sesuai dengan data pada aplikasi e-performance. Pada beberapa halaman berikutnya, pegawai diminta untuk menjawab survei berskala intensitas dengan memilih satu dari empat pilihan jawaban yang tersedia (Tidak Pernah, Jarang, Sering, Selalu) untuk setiap pernyataan mengenai praktik kesehatan organisasi. Seluruh pernyataan harus terisi untuk dapat menyelesaikan bagian tersebut.

Dalam menentukan item-item questionnaires, Kemenkeu dibantu oleh tenaga ahli dari Universitas Indonesia serta beberapa universitas ternama lainnya. Item-item tersebut nantinya akan digunakan untuk mengukur sembilan dimensi kesehatan organisasi dengan menggunakan aplikasi survei MOFIN secara serentak baik di kantor pusat maupun vertikal. Partisipasi aktif diharapkan dari semua elemen di Kemenkeu termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menyukseskan program MOFIN. Survei MOFIN akan menjadi alat pengumpulan informasi yang baik, sehingga proses pengambilan keputusan terhadap pembenahan organisasi dan SDM nantinya juga dapat berjalan dengan baik.

Posting by Syarif/Admin.

You May Also Like..

BEA CUKAI KEPRI GAGALKAN PENYELUNDUPAN EKSPOR PASIR TIMAH LEBIH DARI 10 TON

Tanjung Balai Karimun (26/06/2020) – Tidak kenal lelah dalam menjaga kedaulatan NKRI dari upaya penyelundupan, pada Kamis 25 Juni 2020 […]

BEA CUKAI KEPRI BERHASIL GAGALKAN PENYELUNDUPAN 119 KG NARKOBA

Tanjung Balai Karimun (25/06/2020) – Berdasarkan analisa informasi yang dilakukan dalam Operasi Patroli Laut Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau […]

Sinergi Bea Cukai RI dan Singapore Customs Dalam Masa New Normal

Tanjung Balai Karimun (23/06/2020) – Pada hari Selasa 23 Juni 2020, Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau mengikuti Video Conference […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.