Menko Perekonomian Melepas Ekspor Perdana Alumina Dari KEK Galang Batang

Bintan (2/7). Menko Perekonomian secara daring melakukan pelepasan kegiatan ekspor perdana PT. Bintan Alumina  Indonesia (PT BAI), sebagai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional pada Jumat 2/7, di KEK Galang Batang, Bintan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Gubernur Kepulauan Riau, Sekretaris Dewan Nasional KEK, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Bupati Bintan, dan Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, “KEK Galang Batang merupakan KEK yang pembangunannya cukup cepat dan masif. Untuk itu kami berikan apresiasi kepada PT. BAI yang telah berhasil merealisasikan rencana pembangunan di KEK Galang Batang. Kesuksesan tersebut ditandai dengan dilakukannya ekspor perdana ini.”

“Saya harapkan langkah ekspor KEK Galang Batang ini dapat dijadikan contoh bagi KEK lain di Tanah Air, Ekspor perdana Smelter Grade Alumina KEK Galang Batang ke depannya diharapkan mampu memberikan dampak bagi perekonomian nasional melalui penurunan impor produk alumina karena sudah bisa diproduksi di dalam negeri,” sambung Menko.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad juga menyampaikan harapan bahwa KEK Galang Batang akan menjadi mesin pemulihan ekonomi Kepri dan nasional, dan menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia.

Ekspor perdana PT BAI berupa sandy calcined metallurgical grade alumina sebanyak 15 ribu ton dengan nilai USD 4 juta, diangkut oleh MV Hongsheng 7 dengan tujuan Malaysia. Jumlah itu merupakan bagian dari target ekspor tahun pertama sebesar 1 juta ton/tahun dengan nilai ekspor USD 300 juta.

PT BAI merupakan perusahaan multi nasional, yang investornya berasal dari 3 negara, yaitu Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Saat ini investasi yang telah direalisasikan sebesar Rp 12,8 Triliun, dari target Rp 36 triliun yang rencananya akan direalisasikan secara bertahap sampai dengan 2025.

Ini tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia secara umum, dan Kepri pada khususnya. Dengan investasi sebesar itu, diperkirakan PT BAI akan memberikan kontribusi kumulatif sebesar USD8,6 milyar dalam pertumbuhan ekonomi untuk 15 tahun ke depan, menambah penerimaan pajak sebesar USD 48,1 milyar pertahun, dan membantu menekan biaya impor. 

Selain berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, keberadaan PT BAI juga berdampak positif bagi kondisi sosial di Kepulauan Riau, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Hal itu karena, dalam kegiatan operasionalnya, PT BAI saat ini menyerap tenaga kerja sebanyak 4.531 orang yang terdiri dari 3.101 orang WNI dan 1.430 orang WNA.

Kegiatan ekspor perdana ini tidak lepas dari peran Kanwil Bea Cukai Kepri dan Bea Cukai Tanjungpinang, berupa pemberian fasilitas kepabeanan sebagai Kawasan Pabean sesuai  KEP 69/WBC.04/2021 Tgl 25 Maret 2021. Selain itu, Kanwil Bea Cukai Kepri memberikan pelayanan pembebasan bea masuk dan penangguhan bea masuk, memberikan asistensi dan akses Modul CEISA TPB, asistensi mendayagunakan IT Inventory, dan telah dilakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di KEK Galang Batang, sehingga realisasi ekspor perdana KEK Galang Batang PT BAI dapat terealisasi pada tanggal 02 Juli 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.