Menkeu dan Dirjen Bea Cukai Kunjungi Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau

kwbckepri Bea Cukai

news2
Menkeu dan Dirjen Bea Cukai Kunjungi Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau

Keberadaan posisi wilayah Kepulauan Riau yang berada diribuan pulau dan luas lautan merupakan gambaran wilayah bagi bagi para penyelundup untuk membawa barang haram yang akan akan diedarkan.Disamping itu, dengan daya letak bersebrangan dengan dua negara yakni Singapore dan Malaysia menjadikan Kepri ini sebagai obyek vital bagi kelangsungan ekonomi.

Dengan berbagai masalah yang banyak timbul aksi kejahatan di wilayah Kepulauan Riau, jelas membuat suatu jajaran Drektorat Jenderal Bea dan Cukai di Kantor Wilayah Kepri harus jeli dan tegas untuk mengantipasi masuknya barang haram tersebut,

Dalam kunjungan Menteri Keuangan Republik Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro  di Kantor Bea dan Cukai Pulau Batam dan Tanjung Balai Karimun pada kedua kantor dibawah naungannya pada Jumat, (24/4/2015), membuat pusing  mantan Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia

Dalam keterangannya kepada Seputar Kepri bersama wartawan lainnya, Bambang mengeluhkan soal makin banyaknya tumpukan barang barang hasil penindakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang tersimpan di gudang.

Dijelaskan oleh Bambang, “Semua barang yang tersimpan ini rata rata menunggu rekomendasi keputusan dari hasil sidang di Pengadilan Negeri yang sampai saat ini belum juga digelar. Dan rata rata perkara yang tersendat biasanya berkas proses yang harus dilengkapi untuk dibawa kesidang dan pastinya kita juga akan menunggu untuk melelangkan barang barang tersebut

Ditambahkan oleh Bambang,disamping itu juga banyaknya juga barang barang diluar instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai seperti barang barang hasil tangkapan dari TNI dan Polri yang menitipkan pada jajarannya dengan alasan mereka tidak memiliki gudang penyimpanan barang bukti.

“Coba kalian lihat disini, rata rata barang hasil penangkapan ini sudah menumpuk dan gudang terasa sumpek bila dihirup oleh nafas kita,” ujar Bambang kepada wartawan saat sidak di gudang.

“Mau gimana lagi , kita terpaksa harus mengalah dan harus membantu rekan sekerja antar instansi,”pungkasnya.

Sementara itu dalam tinjauan Seputar Kepri (amok group) di Kantor Dirjen Bea dan Cukai Batu Ampar dan Tanjung Balai Karimun digudang tersebut terdapat barang barang hasil penindakan seperti handphone, guci antik,minuman beralkohol, beras, baju baju bekas, batang perak  yang diamankan.

You May Also Like..

BEA CUKAI KEPRI GAGALKAN PENYELUNDUPAN EKSPOR PASIR TIMAH LEBIH DARI 10 TON

Tanjung Balai Karimun (26/06/2020) – Tidak kenal lelah dalam menjaga kedaulatan NKRI dari upaya penyelundupan, pada Kamis 25 Juni 2020 […]

BEA CUKAI KEPRI BERHASIL GAGALKAN PENYELUNDUPAN 119 KG NARKOBA

Tanjung Balai Karimun (25/06/2020) – Berdasarkan analisa informasi yang dilakukan dalam Operasi Patroli Laut Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau […]

Sinergi Bea Cukai RI dan Singapore Customs Dalam Masa New Normal

Tanjung Balai Karimun (23/06/2020) – Pada hari Selasa 23 Juni 2020, Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau mengikuti Video Conference […]