Bea Cukai Hadiri Seminar on Women Participation for Economic Inclusiveness

kwbckepri Bea Cukai

Dalam rangka mendukung program implementasi Pengarusutamaan Gender atau Gender Equality and Diversity (GED), Bea Cukai hadiri Seminar on Women Participation for Economic Inclusiveness tanggal 2 Agustus 2018 di Surabaya, sebagai rangkaian program Voyage to Indonesia untuk Sidang Tahunan International Monetary Fund – World Bank.

Seminar dibuka oleh Menteri Keuangan RI dan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Anggota Komisi XI DPR, Duta Besar dan Perwakilan organisasi internasional, jajaran panelis, beberapa pejabat Eselon 1 Kemenkeu.  Direktur Jenderal Bea Cukai juga hadir, sebagai satu-satunya institusi di Kemenkeu yang mengimplementasi GED di lingkup internasional bekerjasama dengan World Customs Organization (WCO) dan para negara anggotanya.

Sesi pertama diisi oleh beberapa panelis seperti Bupati Jember, OJK, International Finance Cooperation, World Bank, UN Women dan McKinsey Indonesia, membahas Narrowing the Gender Gap, Boosting Economic Growth dengan beberapa sub topik bahasan seperti Financial Literacy, Financial Inclusion for Women, Challenges and Opportunities dan kondisi implementasi Gender Equality and Diversity (GED) di daerah.

Sedangkan perwakilan dari BAPPENAS, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB) dan founder BUBU.com turut hadir sebagai panelis pada sesi kedua seminar yang membahas tentang Women’s Future of Works.

“Hasil dari seminar ini antara lain pentingnya upaya peningkatkan kolaborasi pemerintah, sektor publik dan masyarakat untuk mengimplementasi GED secara menyeluruh dan maksimal serta kemapanan regulasi dan infrastruktur yang mendorong kepercayaan diri perempuan berkontribusi dalam pembangunan. Selain itu, reward dan role model diperlukan bagi keseluruhan institusi dan publik untuk menerapkan GED di lingkungan kerjanya, dan mendorong partisipasi perempuan di berbagai bidang, terutama di sektor teknologi dan ecommerce,” jelas Plt. Direktur KIAL, Ambang Priyonggo.

“Bea Cukai selama ini mendukung penuh implementasi GED berstandar internasional dengan menginklusikan GED dalam program transformasi kelembagaannya. “Bea Cukai juga telah menerapkan berbagai inisiasi program GED seperti modernisasi dan pengembangan sistem pelayanan kepabeanan berbasis online yang GED accessible, sinergi diseminasi GED dengan produk kehumasan Kanal BC Radio dan TV, dan peningkatan infrastruktur, budget, dan manajemen kepegawaian berbasis GED”

“Bukan sekedar mandat rencana pembangunan nasional, yg diturunkan berjenjang kepada Bea Cukai,  namun GED adalah bagian dari mandat international convention on human rights. Maka Bea Cukai sangat meyakini, dengan menerapkan prinsip GED pada kebijakan dan prosedur kepabeanan serta infrastrukturnya, adalah merupakan dukungan bagi Indonesia dan dunia untuk mewujudkan penegakan hak asasi manusia” pungkasnya.

You May Also Like..

Realisasi Penerimaan DJBC

Per 30 Juli 2019 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendapatkan penerimaan negara sesuai dengan tabel berikut

BEA CUKAI GAGALKAN DUA PULUH TUJUH KASUS PENYELUNDUPAN DALAM OPERASI JARING SRIWIJAYA III

Tanjung Balai Karimun (03/07/2019) Bea Cukai menutup Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III periode tanggal 26 Mei s.d. 30 […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.